Angin Sepoy – Sepoy Nusa Penida, Bali

Baca Juga Artikel Traveling lainnya di sini

Pemandangan cantik pantai-pantai Nusa Penida Bali menjadi salah satu destinasi primadona akhir – akhir ini. Meng-explore beberapa pantai dan objek wisata lainnya akan membuat kalian tahu betapa indah dan tidak habis – habis nya keunikan pulau Bali.

Minggu lalu kami berkesempatan mengunjungi Nusa Penida yang mana pulau ini adalah sebagai Sister Island dari Bali. Menyusuri spot wisata yang ada di kabupaten Klungkung tersebut, membuat saya ingin  mengunjungi kembali pulau tersebut.

Nusa Penida adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Pulau ini sebagai bagian dari Kabupaten kelungkung yang berlokasi di sebelah timur dari pulau Bali. Total luas Nusa Penida termasuk Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan adalah 202.840 hektar. Secara administratif, terdiri dari 16 desa dan 79 banjar (komunitas sosial). Total populasi adalah 47.448 orang

Untuk mengunjungi pulau ini, biasanya kita bisa menggunakan fast boat dengan keberangkatan dari area Sanur, tepatnya di Pantai Matahari Terbit. Atau juga, bagi kalian yang ingin membawa kendaraan sendiri dari Bali, kalian bisa menggunakan kapal Ferry dari Pelabuhan Padang Bay. Pada saat itu kami menggunakan fast boat agar lebih mudah dan cepat, tidak perlu repot – repot harus berkendera jauh – jauh.

Informasi yang kami dapatkan dari masyarakat setempat, pada sekitar tahun 2015, masih kita bisa temukan keberangkatan menggunakan perahu tradisional (Jukung) yang mana menjadi salah satu opsi untuk biaya transportasi lebih murah, akan tetapi saat ini tidak ada lagi dikarenakan kebijakan baru dari pemerintah dan hanya fast boat saja yang dapat melintas dari Sanur. Tip: Kami sarankan agar kalian booking 1 hari atau sebelumnya untuk menghindari kehabisan tiket, karena memang saat ini objek wisata Nusa Penida memang sedang happening.

Perjalanan dari Sanur menggunakan fast boat menuju Nusa Penida membutuhkan waktu sekitar 40 menit sampai 1 jam. Jadwal keberangkatan boat dari Sanur yaitu jam 08.30, jam 10.00 dan jam 16.00.

Periode yang disarankan untuk mengunjungi pulau ini sekitar pada bulan Agustus s.d. November, karena biasanya cuaca masih sangat bagus untuk menikmati matahari. Pada bulan July s.d. Agustus biasanya musim ramai, terkadang untuk mem-booking transportasi dan penginapan harus dari jauh – jauh hari.

Hari 1 (Crystal Bay, Angel Bilabong, Broken Beach/Pasih Uug):

Setibanya di pelabuhan Maruti (salah satu perlabuhan di Nusa Penida), kami langsung menyewa motor untuk kendaraan selama di sana. Tip: Saran dari kami, setiba nya di pelabuhan kita booking fast boat untuk kepulangan ke Sanur nya agar terhindar dari fully book. Terdapat beberapa pelabuhan di Nusa Penida yang mana berlokasi di daerah Toyapakeh tepat di sebelah utara pulau ini, tergantung dari perusahaan fast boat mempunyai route di pelabuhan mana.

Biasanya penyewa motor tidak akan memberikan kita helm, tidak akan ada polisi lalu lintas di sana dan sangat jarang kita temui, karena memang setahu kami tidak ada lampu merah di sana. Disarankan untuk lebih berhati – hati dalam berkendara dikarenakan jalanan masih sangat kosong dan kondisi jalan tidak sebagus di Bali. Tidak jarang pula wisatawan asing maupun lokal terjadi kecalakaan berkendara, kemungkinan ketidak hati – hatian dan ugal – ugalan si pengendara.

Setelah mendapatkan motor sebagai kendaraan, kami langsung menuju pantai Crystal Bay yang berlokasi ke sebelah selatan dari pelabuan. Perjalanan dari pelabuhan memakan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam, akan tetapi di perjalanan saya dengan kekasih setia memutuskan berhenti untuk sarapan terlebih dahulu dan membutuhkan waktu lebih lama.

Kami berhenti di Salt & Pepper Restaurant, berlokasi dekat dengan Simpang Inn yang mana masih satu jalur dengan pantai. Restaurant ini sebenarnya lebih mirip dengan warung makan pada umumnya akan tetapi di tempat makan ini juga menyediakan menu yang mungkin cocok untuk wisatawan asing.

Setelah terasa cukup bertirahat, perjalanan dilanjutkan dan singkat cerita tiba lah kami di Pantai Crystal Bay. Perjalanan sangat memacu adrenalin karena memang banyak sekali jalan turunan.

Crystal Bay sangat terkenal sebagai destinasi wisata bawah air nya, pantai nya yang putih dan air nya yang biru memanjakan mata. Penasaran dengan pemandangan hanya di pantai saja, kami pun mencoba berjalan ke arah kiri dari pantai dan ternyata terdapat jalan tangga menuju bukit. Tak sia – sia menaiki tangga, kami dapat menikmati pemandangan pantai di ketinggian dan berfoto – foto.

 

Tak puas hanya menikmati pemandangan saja di atas, kami mencoba telusuri dan mengikuti jalan setapak ke atas dengan rasa penasaran seolah – olah jalan setapak tersebut mengajak kami ke tempat indah lainnya.

Dan dugaan kami pun benar bahwa jarang orang jalan sampai ke tempat ini, di ujung jalan terdapat pantai terpencil dan sepi. Pantai nya yang putih, akan tetapi tidak disarankan untuk berenang karena ombak agak besar dan cukup berbahaya.

Gambar 3

Puas berfoto – foto kami pun berjalan menuju pantai pertama, tidak lengkap rasa nya hanya menikmati laut yang biru tanpa snorkeling. Kami pun menyewa peralatan di sekitar sana seperti masker, kaca mata, life jacket dan sepatu katak. Untuk barang – barang yang, kami menyewa payung dan kursi di pantai agar lebih nyaman.

Tidak usah khawatir untuk berganti pakaian, di sana terdapat toilet umum, air untuk membilas pun cukup bersih.

Setelah puas menikmati pemandangan di bawah air laut dan dikarenakan penginapan yang kami pesan sangat dekat dengan Pantai Crystal Bay, kami memutuskan untuk menyimpan barang – barang yang kami bawa dan berhenti sejenak sekedar untuk membersihkan badan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Nama penginapan yang kami pesan adalah Nyuh Kadah Guest House, sempat kami kebingungan karena nama penginapan yang kami pesan di salah satu aplikasi adalah NK Guest House. Di mulai dari kebersihan kamar dan tempat tidur, tempat ini dibilang nyaman untuk dijadikan penginapan. Penginapan di pulau ini sangat terjangkau, tidak sedikit pula penginapan yang mempunyai harga lebih murah dari pada yang kami pesan.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pantai Angel Bilabong dan Pasih Uug (Broken Beach). Tip:  Saran dari kami nih, pada saat kalian mencari jalan menggunakan google maps, kalian harus pastikan bahwa destinasi yang dituju adalah “Angel Bilabong Beach”, karena kami pada saat itu terkecoh dan memilih “Angel Bilabong Fast Boat Office” sebagai destinasi dan kami pun sempat tersesat di jalan sampai  – sampai si kekasih panik tidak mau melihat google map lagi. Sebagai informasi, Angel Bilabong Fast Boat adalah salah satu perusahaan fast boat menuju Sanur atau sebaliknya yang berkantor di sebelah utara Nusa Penida tepatnya sangat dekat dengan Toyapakeh.

Setelah kembali ke jalur yang benar, kami pun tiba di Pantai Angel Bilabong, pantainya yang sangat berbeda dengan lainnya adalah terdapat infinity pool alami. Bagi kalian yang berkunjung ke tempat ini, Tip: sarannya adalah jangan pernah mencoba berenang di infinity pool dikarenakan kita tidak bisa memastikan kondisi ombak yang bisa sewaktu waktu naik ke infinity pool tersebut. Sempat dengar ada korban jiwa yang terseret ombak pada saat berenang dan jasadnya ditemukan di Nusa Ceningan, ngeri rasa nya jika hal itu terjadi.

Selanjutnya, kami berjalan kaki menuju Pasih Uug (Broken Beach), karena memang lokasi tempat pantai ini hanya bersebelahan. Tempat nya yang unik dan kami pun terkagum – kagum melihat langsung ternyata masih ada tempat sebagus itu.

Bentuk nya yang seperti mangkok dan terdapat lubang seperti terowongan tempat jalur air laut masuk ke mangkok tersebut. Tidak ada pembatas atau pagai di sekelilingnya, maka dari itu pengunjung harus sangat berhati – hati dalam mengambil gambar. Sangat bebahaya jika terpeleset, karena tebingnya yang sangat tinggi dan dapat mengakibatkan kematian jika terjatuh.

Gambar 6

Tempat ini pun cocok untuk melihat sunset, terdapat lahan luas berbatu dan terbuka berlokasi di antara kedua spot tersebut. Banyak juga yang berkemah di tempat ini, sangat cocok bagi kalian jika ingin lebih menikmati penginapan di alam dibandingkan dengan menginap di penginapan seperti biasa.

Gambar 7

Setelah menikmati sunset, kami pun bergegas kembali ke penginapan. Tip: Sarannya nih, pada sore hari kita seharus nya menyetok makanan terlebih dahulu, karena memang masih sangat jarang warung – warung di dekat penginapan.

Pada saat perjalanan menuju kembali ke penginapan, kami pun dikagetkan melihat wisatawan asing menangis di tengah jalanan yang berkerikil. Ternyata kecalakaan tunggal telah terjadi karena bule tersebut tidak tahu cara menyalakan lampu motor dan menggunakan rem depan. Memang di sarankan harus lebih berhati – hati jika berkendara di malam hari di pulau ini, tidak dianjurkan hanya menggunakan rem depan pada saat melewati jalanan yang berpasir, dan memang jalanan sana masih belum bagus seperti yang saya ceritakan di awal.

Setelah menanyakan apa yang terjadi dan dengan saran si kekasih, kami pun mencoba menolong dan mengantarkan wisatawan asing tersebut ke tujuan mereka. Karena memang mereka sedang kebingungan mencari jalan dan handphone mereka tidak bisa digunakan. Begitu baiknya si kekasih punya niatan seperti itu yang memang tidak terpikirkan oleh saya, saya beranggapan membantu mereka dengan ikhlas.

Setelah mengantarkan para bule tersebut, kami sempatkan makan malam di restaurant yang sama Salt & Pepper , kami sebenarnya ingin mencoba tempat makan yang lain akan tetapi pada saat itu tempat tersebut penuh, tidak ada pilihan lain kami pun memilih tempat yang sama.

Kami pun kembali ke penginapan setelah makan malam . . .

Hari 2 (Kelingking Beach/Pantai Atuh/Pulau Seribu):

Pagi sejuk pada saat itu, embun – embun bisa kita temui di dedaunan, polusi sangat jarang ditemui yang memang menjadikan tempat ini masih memiliki udara yang sejuk.

Setelah bersiap – siap dan membereskan barang – barang yang dibawa, kami pun berbegas melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya. Pantai Kelingking kami jadikan tempat yang paling pertama dikunjungi, berlokasi di sebelah selatan Nusa Dua. Tip: Sebetulnya untuk mengunjungi pantai ini sebaiknya dikujungi pada hari yang sama dengan Crystal Bay, karena lokasi pantai ini memang berlokasi di daerah selatan.

Ini salah satu spot yang sangat terkenal di pulau ini, landscape pemandangan yang indah, seakan – akan lupa jika memang betul adanya pantai ini masih di miliki oleh Bali.

Gambar 10

Selanjutnya perjalanan kami pun dilanjutkan dengan mengunjungi pantai yang berlokasi di daerah timur, kami pun memilih Pantai Atuh. Pantai ini lumayan sedikit agak jauh, sekitar memakan 45 menit sampai dengan 1 jam dari pantai selatan. Tip: Jika kalian sempat dan punya waktu luang, ada baiknya pula menyempatkan untuk mengunjungi Bukit Teletubies, tempat ini memang satu jalur jika kalian berangkat menuju pantai – pantai di timur. Pada waktu itu memang kita agak terkejar oleh waktu, jadi kami putuskan untuk tidak mengunjungi tempat tersebut.

Gambar 11

Akan tetapi di perjalanan kita juga bisa melihat dari jauh bukit ini, tidak ada rotan, akarpun jadi, kami masih bisa menikmati bukit ini dari kejauhan.

Gambar 12

Dalam perjalanan kami menuju pantai yang dituju, entah bagaimana ceritanya kami pun malah penasaran ingin mengunjungi Pantai Suwehan. Kondisi luar biasa terjal dan agak berbahaya, memang bisa dilihat untuk menempuh pantai ini, kita harus melewati bukit bukit. Selama perjalanan pun sangat sepi, Tip: saran dari kami sebelum kalian berangkat pastikan bensin terisi penuh, karena sangat jarang rumah penduduk atau penjual bensin eceran.

Setiba nya di pantai Suwehan kami pun langsung bergegas berjalan ke bawah, sempat agak bingung karena akses ke pantai ini belum memadai, sangat berbahaya dan harus menuruni tebing – tebing. Kami akhir nya menyerah untuk bersikeras berjalan menuju pantai karena memang tidak mungkin.

Kami pun melanjutkan ke tujuan kami, agak ragu setelah sadar dan menge-check peta di google maps, untuk menuju pantai yang dituju membutuhkan waktu 1 jam dan harus menaiki bukit kembali. Akan tetapi kami mencoba memastikan dan menanyakan kepada warga lokal di sana, ternyata memang benar lokasi Pantai Suwehan sebenarnya sejajar dengan Pantai Atuh.

Kamipun menuruti arahan si ibu warung untuk melewati desa sebelah dan menelusuri jalan sepetak (hanya bisa diakses untuk motor saja). Sempat agak ketakutan tersesat, entah di mana desa apa dan koordinat mana kami tidak sempat memikirkan hal itu, hanya mengikuti firasat dan berdo’a.

Setelah sekitar 30 menit berkendara, ternyata benar memang jalan tersebut adalah jalan singkat dari Pantai Suwehan menuju Pantai Atuh. Jalanan sekitar Pantai Atuh sangat banyak bebatuan, untuk berkendara motor lebih baik hati – hati saat berkendara, karena jalanan memang banyak bebatuan dan pasir.

Panas terik dan kami pun tiba di Pantai Atuh, Tip: kami sarankan untuk membawa sepatu kets atau running shoes. Hati – hati pada saat berjalan ke bawah menuju pantai ini, jalanan sangat licin, dilarang keras berjalan mengangkang terlalu lebar, apa lagi jalan mundur tanpa melihat jalanan hehe.

Karena mungkin pada saat itu kami kurang waaspada, seketika kekasih jatuh terpeleset, sampai celana robek di bagian lutut. Saya pun agak panik melihat kaki berdarah, untung ada wisatawan asal Perancis yang baik hati memberikan antiseptic dan pertolongan pertama. Mungkin memang benar Karma Baik itu ada, seperti kepercayaan orang Bali, Karma Phala, (buah dari perbuatan yang telah dilakukan) karena pada saat kejadian itu saya jadi teringat dia pernah menolong wisatawan asing yang jatuh kemarin malamnya.

Di perjalanan menuju Pantai, terbayar oleh pemandangan yang sangat indah nan menyejukkan hati.

Gambar 15

Gambar 16

Sebetulnya terdapat dua pantai di tempat ini, di sebelah kanan dari pintu kedatangan adalah Pulau Seribu dan di sebelah kirinya adalah Pantai Atuh. Untuk menempuh Pantai Atuh terdapat sekitar 100 anak tangga menuju kebawah, jadi siapkan tenaga untuk perjalanan balik.

Tak terasa perjalanan kami tempuh, rasa nya tidak rela harus kembali ke realitas dengan tumpukan file – file pekerjaan di kantor menanti untuk keesokan harinya. Kami pun bergegas kembali menuju Pelabuhan Toya Pakeh yang ditempuh sekitar 1 jam.

Dari perjalanan saya selama di Bali, pulau ini yang sangat berkesan bagi saya, disamping menambah wawasan, kita juga perlu mensyukuri dan bangga bahwa Indonesia mempunya kekayaan alam yang tak ada dua nya di Negara lain.

Jadi untuk kalian para Traveller, kunjungi pulau ini jika kalian sedang di Bali!

Be well,

Rizky Sadewa

Trip on  : July 29 – 30, 2017

Baca juga artikel traveling lainnya di sini

Iklan

2 tanggapan untuk “Angin Sepoy – Sepoy Nusa Penida, Bali

  1. Saya masih belum pernah dengar dari nusa penida ke nusa ceningan. Tapi saya pernah dengar kita bisa pakai lokal boat ke nusa lembongan dari nusa penida. Nah, dari lembongan ke nusa ceningan bisa melalui jembatan kuning hanya menggunakan motor sewaan saja.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s